Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Morfem, Pengertian, Jenis dan Contohnya

 

 

Morfem, Pengertian, Jenis-jenis dan Contohnya

Morfem (dari kata morphe = bentuk; dan -ema = yang mengandung arti) adalah kesatuan yang ikut serta dalam pembentukan kata dan dapat dibedakan artinya.

Berdasarkan KBBI morfem adalah satuan bentuk bahasa terkecil yang mempunyai makna secara relatif stabil dan tidak dapat dibagi atas bagian bermakna yang lebih kecil lagi.

A.     Jenis-jenis morfem berdasarkan bentuknya (kebebasan atau keterikatannya)

Berdasarkan kebebasan atau keterikatannya morfem dibedakan menjadi morfem bebas dan terikat.

1.      Morfem bebas yaitu morfem yang dapat berdiri sendiri tanpa bantuan morfem lain. Misalnya, lari, gula, meja, tidur, merah, makan, dan sebagainya.

2.      Morfem terikat yaitu yaitu morfem yang tidak bisa berdiri sendiri dan yang selalu terikat dengan morfem lain untuk membentuk ujaran, misalnya {ber}, {meng}, {kan}. Morfem-morfem tersebut harus terikat dengan morfem lain agar bisa berdiri dalam sebuah kalimat misalnya berlari, mengamati, dan sebutkan. Morfem terikat bisa berupa afiks, klitik, morfem unik atau akar kata. Akar kata/kata dasar disebut juga dengan morfem dasar sedangkan kata dasar yang berupa morfem terikat disebut juga morfem dasar terikat.

Ø  Contoh morfem terikat yang berupa afiks: me-, me-kan, -an.

Ø  Contoh morfem terikat yang berupa klitik: -ku, -mu, -nya.

Ø  Contoh morfem terikat yang berupa morfem dasar terikat: juang, temu, gurau.

Ø  Contoh morfem terikat yang berupa morfem unik: petas, gulita dan siur. Artinya morfem-morfem tersebut hanya bisa berkombinasi dengan morfem tertentu yaitu petas pada beras menjadi beras petas, begitu juga dengan gelap gulita dan simpang siur.

B.     Jenis-jenis morfem berdasarkan keutuhannya

Berdasarkan keutuhannya morfem dibedakan menjadi dua yaitu morfem utuh dan morfem terbagi.

1.      Morfem Utuh adalah morfem yang terdiri dari satu kesatuan. Misalnya {meja}, {kursi}, {kecil}, {laut}, dan {pulpen}.

2.      Morfem terbagi adalah adalah morfem yang terdiri dari dua buah bagian yang terpisah. Contohnya ada pada kata kesatuan yang memiliki satu morfem utuh, yaitu {satu} dan satu morfem terbagi yaitu {ke-/an}. Contoh lainnya adalah kata perbuatan, terdiri dari satu morfem utuh {buat} dan satu morfem terbagi {per-/an}. 

C.     Morfem Segmental dan Morfem Suprasegmental

1.   Morfem segmental adalah morfem yang berwujud bunyi dan dibentuk oleh fonem-fonem segmental, seperti morfem {lihat}, {lah}, {sikat}, dan {ber}. 

2.  Morfem suprasegmental adalah morfem yang dibentuk oleh unsur-unsur suprasegmental, seperti tekanan, nada, durasi, dan sebagainya. Morfem suprasegmental misalnya terdapat dalam bahasa Ngbaka di Kongo Utara, Afrika. Sedangkan Bahasa Indonesia tidak memiliki morfem suprasegmental

D.     Jenis-jenis morfem berdasarkan maknanya

Berdasarkan maknanya, morfem dibedakan menjadi dua yaitu morfem bermakna leksikal dan morfem tidak bermakna leksikal.

1.      Morfem bermakna leksikal

Morfem bermakna leksikal adalah morfem yang memiliki makna pada dirinya sendiri tanpa perlu berproses dengan morfem lain. Morfem bermakna leksikal jumlahnya tidak terbatas dan sangat produktif. Misalnya, {kuda}, {pergi}, {lari}, {makan} dan {merah}. Morfem seperti ini dengan sendirinya sudah dapat digunakan secara bebas.

2.      Morfem tidak bermakna leksikal

Morfem tidak bermakna leksikal adalah morfem yang tidak memiliki makna apapun pada dirinya sendiri. Morfem ini baru mempunyai makna jika digabung dengan morfem lain dalam suatu proses morfologi. Termasuk morfem tidak bermakna leksikal adalah morfem-morfem afiks seperti, {ber-}, {me-}, dan {-ter}.

 

 

 

 

 

Posting Komentar untuk "Morfem, Pengertian, Jenis dan Contohnya"